Pameran Seni Keramik oleh Cak Agus
12 Sept-12 okt 2008
Galeri Sawunggaling
Taman Budaya Jawa Timur
Jl. Genteng kali 85, Surabaya
Tanah Liat, Matabatinku..
Tanah liat hitam pekat itulah yang semula menggodaku.
Bagi orang lain barangkali tak ada arti.
Tapi tidak, bagi diriku.
Tanah pekat hitam itulah yang menggerakkan tanganku.
Mambasuh, menyentuh, mengajakku berdialog dalam ruang kreativitas tanpa batas.
Tanah pekat hitam itulah yang kemudian mengajakku berjabat kian akrab, mengajakku bersahabatan kian dekat.
Lantas menyulut jari-jemariku mengolah dengan lekuk dan geliat, bersama kelembutan matabatin estetika seni, yang kemudian melahirkan karya arsetik seni.
Tanah pekat hitam itulah yang tak pernah merasa pongah, apalagi serakah.
Diam, menyimpan keindahan beragam.
Tenang, setenang cendawan.
Tanah pekat hitam itulah matabatinku, yang telah mengusung keindahan, mengusung pesan kemanusiaan, mengusung impian-impian, jadi kenyataan.
Tanah pekat hitam itulah matabatinku, yang telah mengusung mimpi, imaji dan segudang anganku melambung tinggi, lahir menjadi karya artistik seni.
Tanah Liat Mata Batinku
Tanah Liat Sahabatku
Tanah Liat Duniaku
Tanah Liat Cintaku
Tanah Liat Karya Seniku
by Cak Agus

Recent Comments